CiNtA aNtArA kItA

CiNtA aNtArA kItA

Saturday, 14 May 2011

Hati Kita

Dalam perjalanan kehidupan, tak hanya ada putih dan hitam. Kadang kita melewati batas tipis, diantara dua hal yang amat berbeda. Lalu, penilaian pun bermunculan, beragam. Tapi siapa kita, jawabannya ada pada hati kita.
Hati yang bersih, amat sangat mudah mendeteksi salah arah langkah kita. Meski kaki kanan telah masuk di ruang pekat, bisa jadi ditarik kembali karena hati melarangnya. Hati yang bersih senantiasa mengingatkan kita, bahwa sesuatu yang salah tetaplah salah, bahwa sesuatu yang salah tetaplah kan terasa susah meskipun mudah.
Coba tanya hati kita, apakah dia protes ketika kita sedang berbohong, apakah hati kita marah ketika kita sedang berbuat dzolim, apakah hati kita menangis ketika kita sedang bertindak tidak jujur. Ehm, jika hati kita sudah tidak merespon sama sekali, berarti hati kita telah mati. Dan kita sendiri yang telah membunuhnya. Celaka.
Jangan pernah menawan hati, lalu membekapnya. Jangan pernah menyekap hati lalu menguncinya. Biarkan hati terasah dalam fitrah!

No comments:

Post a Comment